PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU MTs - MA YAJRI PONPES SIROJUL MUKHLASIN 2 (GELOMBANG 2) DIMULAI TANGGAL 11 MEI 2018 SAMPAI DENGAN 23 MEI 2018

Menulis Itu Mudah

Perkenalkan nama saya Muhammad Alwi Assagaf ari Grabag kabupaten Magelang, masuk di  MTs YAJRI tahun 2003. Sejujurnya sebagai anak yang baru lulus SD kala itu, yang membuat saya tertarik masuk YAJRI adalah tulisan kaligrafi indah di jendela mushola. Tentu karena saya suka seni, belum paham sanad keilmuan dan kualitas pesantren. Satu hal yang saya yakini saat itu, bahwa pesantren adalah hal baru bagi saya, dan hal baru pasti tidak membosankan.

Nampaknya pilihan saya untuk belajar di YAJRI tidak salah,

ada banyak hal yang saya dapat sewaktu menjalani proses nyantri dari MTS hingga MA. Tidak hanya soal ilmu alat, fiqih, dan hadits saja, saya juga bisa mengembangkan kemampuan seni dan jurnalistik. Waktu itu dari tahun 2003 sampai saya lulus majalah dinding YAJRI yang dinamai Al Fikr aktif berganti setiap minggunya. Biasanya giliran per kelas untuk menarik daya kompetisi. Mengingat saya adalah salah satu santri yang paling suka ngirim karya ke Al Fikr, maka pada saat kelas 2 MTS saya sudah diminta berpartisipasi dalam mengelola Al Fikr oles BESS. Padahal secara aturannya hanya santri kelas 1 MA ke atas yang boleh menjadi pengelola. Mungkin hal ini yang membuat saya mendapat pengalaman jurnalistik lebih banyak dari teman seangkatan.

Selain mendapat pengalaman sebagai pengelola majalah dinding, pada tahun 2007 saya sempat diundang oleh Fast FM untuk mengikuti workshop jurnalistik selama 10 bulan. Awalnya hanya dibujuk mengikuti lomba karya tulis oleh para Ustadz dan Pengurus Pondok Pesantren. Waktu itu saya belum pernah sekalipun mengikuti lomba menulis. Karena pas SD para guru tidak melihat sedikitpun bakat jurnalistik dala diri saya.

Kalau ada lomba pasti diikutkan di lomba keagamaan. Bermodal waktu singkat dan nyali yang tipis kala itu, saya bikin cerpen dadakan tentang kisah seorang anak yatim piatu. Eh ternyata cerpen saya termasuk dalam 3 karya terpilih dari YAJRI. Lalu dari sekitar 30 siswa/siswi terpilih (mewakili SMA, SMK, dan MA se-Magelang) tersebut diundang untuk mengikuti pelatihan selama 10 bulan. Macam-macam kegiatannya, mulai berdiskusi dengan teman2 SMA terbaik se magelang, bikin film dokumenter, hingga bikin Buletin. Buletin “JEDA” namanya, kala itu saya diberi kehormatan untuk memberi nama buletin tersebut beserta pembuatan logonya karena dianggap crew paling imajinatif.

Setelah lulus dari YAJRI, saya sempat bekerja beberapa waktu sebagai kaligrafer, karena memang sebenarnya saya lebih suka menggambar daripada menulis. Idhep-idhep cari modal buat kuliah. Hingga pada tahun 2013 saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Saya kira dulunya sekolah seni lukis itu isinya hanya menggambar saja, ternyata tidak. Saya justru tertarik pada bidang kajian ilmiyah mengenai seni, lalu mulai mencoba menulis karya milik teman-teman seangkatan. Hingga saat ini, lebih dari sepuluh katalog senirupa yang sudah saya tulis, termasuk tulisan untuk beberapa kawan di mancanegara.

Selama menjalani masa studi di ISI, rasanya dunia jurnalistik tidak ingin berpisah dengan saya. Setelah mulai akrab dengan dunia penulisan seni (kuratorial), secara kebetulan saya dipertemukan oleh beberapa sastrawan ternama sekelas Muhidin M Dahlan, Raedu Basha, Saut Situmorang, Sitok Srengenge, dan beberapa penulis lain lewai jaringan Indonesia Buku, sebuah tempat ngumpul para penulis yang lokasinya hanya di belakang kampus. Sambil menjalankan kuliah seni, saya gunakan waktu senggang untuk belajar menulis dengan mereka. Hanya saja selama belajar menulis di Yogyakarta saya tidak rutin mengikuti pelatihan menulis atau lomba lagi, lebih sering menulis di Blog lalu saya sodorkan kepada beberapa senior penulis untuk dikoreksi.  Hingga saat ini alhamdulillah telah terbit dua buku milik saya, kumpul esai Peluru Liar dan kumpulan puisi Sebelum Pagi Tiba.

Hari ini menulis dan mencari bahan berita lebih mudah daripada tahun 2003 silam. Pada saat liburan misalnya, teman-teman bisa membuka Youtube atau atikel tentang tips menulis. Para guru bahasa mungkin sesekali perlu mengadakan lomba menulis antar kelas.

, jadi apa yang saya tulis ini belum bisa disebut kisah sukses. Hanya berbagi pengalaman pribadi saja.

 

Belajar menulis itu mudah, syaratnya hanya satu, mulailah menulis.

 

Leave a Reply

Agenda Kegiatan
Pendaftaran peserta didik baru Ponpes Sirojul Mukhlasin II, MTs - MA Yajri dibuka mulai tanggal 11 Mei sampai dengan 23 Mei 2018.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi 085640430267 (sms/wa)

Info Khataman 2018

Info Muwaddaah 2018