KOLOM INFO
BLITZ
Login



Site Supported by:
Data Pengunjung

Mondok …

Tidak sedikit kejadian seorang ayah atau ibu atau dua2nya sekaligus, menangis tidak sampai hati meninggalkan putera / puterinya di Pondok. Terfikir oleh orangtuanya bagaimana anakku di sana ? makan apa ? bagaimana tidurnya ? bagaimana pakaiannya ? bagaimana mandinya ? bagaimana-bagaimana banyak

pertanyaan lain yang muncul setelah berpisah dengan anaknya. Bagi mereka yang tak sampai hati, tidak berapa lama berniat mengambil anaknya kembali apatah lagi jika anaknya juga menangis-nangis melalui telepon ataupun surat. Kesimpulannya tidaklah ringan untuk berpisah dengan anak. Ternyata berat bukan bagi anak sahaja melainkan juga bagi ibubapanya. Namun bagi mereka yang berfikiran jauh, bukanlah melihat hari ini melainkan membayangkan 10 tahaun dan 20 tahun lagi anaknya akan jadi apa. Tiada kejayaan tanpa pengorbanan. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Ibubapa tidak mungkin mampu mengawasi dan mendidik anaknya sama 24 jam berterusan. Jiwa seorang anak yang merantau jauh dari kampong akan berbeda dengan anak yang selalu dimanja dan disediakan segala keperluannya.  Anak mesti belajar berdikari dan mengurus diri sendiri. Anak mesti belajar memimpin dan bermasyarakat dan bergaul dengan segala macam watak manusia, sehingga kelak ia menjadi manusia yang tangguh dan mampu hidup di mana sahaja dan dalam suasa apa sahaja.

Selamat berjihad menghantar anak ke Pondok Pesantren yang dikehendaki

Prosedur Pendaftaran Siswa Baru MTs / MA Yajri PP. Sirojul Mukhlasin II Payaman Magelang

Berikut ini adalah Posedur Pendaftaran siswa / santri baru Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II, MTs, dan MA Yajri Payaman:

1. Calon Siswa datang bersama orangtua/wali ke meja satu untuk mendapatkan informasi prosedur, sistem, serta semua hal yang akan ditanyakan mengenai informasi pendaftaran siswa baru di MTs/MA Yajri.

2. Calon siswa datang ke meja dua untuk mendapatkan formulir pendaftaran dan soal test untuk di klasifikasi

3. Wali santri datang ke meja 4 untuk mengumpulkan formulir dan hasil test klasifikasi serta menginput data di komputer.

4. Wali santri datang ke meja 5 untuk mendapatkan informasi pembayaran

5. Wali santri bersama siswa ke meja 6 untuk mengambil kitab / seragam

6. Selesai

Penerimaan Siswa Baru MTs/MA Yajri TP. 2010/2011

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Yayasan Bakti Yajri, Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II, MTs, dan MA YAJRI membuka penerimaan siswa baru tahun Tahun Pendidikan 2010/2011. Adapun prosedur pendaftaran adalah sebagai berikut :

Syarat-Syarat :

  1. Menyerahkan fotocopy ijazah / STTB dasn SKHUASBN untuk yang berasal dari SD/MI, dan SKHUN untuk yang berasal dari SMP/MTs. Dilegalisir sebanyak 3 Lembar.
  2. Pas Photo hitam putih ukuran 3×4 sebanyak  2 lembar dan 2×3 sebanyak 2 lembar
  3. Membawa Nomor Induk Nasional  (NISN) dari sekolah asal
  4. Mengisi formulir pendaftaran (formilir dapat didownload di bawah)
  5. Mengikuti tes seleksi masuk dengan materi pengetahuan agama dan pengetahuan umum (Langsung pada saat pendaftaran, tidak dapat di wakilkan)
  6. Membayar Biaya Pendaftaran
  7. TIDAK MENERIMA SISWA PINDAHAN

Waktu Pendaftaran :

  1. Pendaftaran dimulai tanggal 27 Juni s/d 9 Juli 2010.
  2. Pendaftaran dibuka setiap hari jam 08.00 – 14.30 (istirahat jam 11.30-12.30 WIB)

Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan dihitung dalam satu tahun, untuk kelas I MTs/MA sebesar Rp. 2.300.000,- (dibayarkan dalam empat kali angsuran)

ditambah Biaya makan santri putra Rp. 155.000/bulan, atau putri Rp. 150.000/bulan.

Info lebih lengkap bisa hubungi di psb@yajri.or.id atau Contact Person:

Mad Sabikun: 085-729-197-393
Mustanir S.Pd.I : 085-642-544-439
Sitah A. Zaenuri, S.HI., M.SI : 081-577-356-70
A. Syarif Hidayatullah, SHI: 085-6293-1915
Edris : (0293) 5500413

DOWNLOAD FORMULIR

DIDIKLAH ANAKMU UNTUK ZAMAN YANG BUKAN ZAMANMU

Kalau Anda sepakat bahwa mendidik anak jauh lebih melelahkan dibanding membuatnya, marilah kita berdiskusi dengan tulisan ini. Kalau Anda tidak sepakat, teruskan dulu membaca edisi ini sampai selesai, siapa tahu di akhir tulisan, Anda akhirnya sepakat.

Saya lupa kapan awalnya, pastinya sampai sekarang saya terpengaruh oleh kearifan: Anakmu bukanlah anakmu. Dia adalah anak zaman. Didiklah dia untuk zaman yang bukan zamanmu.

Demi menelaah petuah sederhana dalam makna itu, betapa takut saya. Zaman di depan sepertinya berlangsung lebih gelap dari yang kini ada. Sebaiknya kita mulai dari yang paling mudah dibaca dan kebetulan sedang aktual: pornoisme.

Melihat berita yang minggu ini sedang panas dan menyaksikan warnet menjamur, miris saya. Internet menjadi gaya hidup. Bila tidak tersedia di rumah, anak-anak lari ke warnet. Tidak perlu tahu situs porno untuk melihat gambar atau adegan porno. Ketik saja kata kunci yang berdekatan dengan birahi, segala yang telanjang akan ditawarkan untuk kita. Bahka

n tidak perlu niat melihat yang porno untuk ditawari yang porno. Buktinya ini: berniat mencari informasi tentang pesantren putri almamater istri, saya mengetik ’pondok putri’, lalu tawaran porno membanjiri halaman saya.

Bahkan tidak harus lewat internet untuk menemukan yang porno. Duduklah saja di pinggir jalan, atau berjalanlah ke mal, segala yang porno menjadi tawaran. Bahkan tidak usah keluar rumah, lihatlah acara televisi barang lima menit saja, saya jamin lima belas adegan porno dan kekerasan mampir di mata Anda.

Akan seperti apa masa depan anak kita kalau yang porno bertebaran di mana-mana. Menjadi sholeh di masa depan, saya jamin, jauh lebih sulit daripada yang pernah kita alami. Tantangan menjadi orang baik di masa depan lebih berat bagi anak kita. Mereka harus tertatih melawan arus: mereka harus bergerak ke suatu kutub padahal mayoritas orang melaju ke kutub yang lain. Masa nanti mungkin akan seperti prediksi Nabi: beruntunglah orang-orang aneh yang tidak tunduk pada tren mayoritas. Saat itu mungkin pilihan ’uzlah lebih bijaksana daripada berjuang menjadi saleh di tengah keramaian yang resiko kegagalannya hampir seratus persen.

Sementara, janganlah lagi berdebat tentang batasan porno dan HAM. Sementara, tinggalkan dulu kontroversi antara pentingnya menutup aurat dan kebebasan berekspresi. Marilah saya ingatkan hasil diskusi kita hari kemarin: metodologi pendidikan anak ala Jepang dipadu dengan teknik Barat dilengkapi dengan cara Arab tidak cukup! Mendidik anak harus dilengkapi dengan pondasi iman dan doa. Tetapi itupun belum cukup, sebelum menuntut anak menjadi saleh, lebih dahulu marilah bercermin: anak yang baik lahir dari orang tua yang baik!

Untuk itu marilah berdoa:

Ya Allah Tuhan kami, pantaskanlah kami menjadi orang tua yang melahirkan generasi yang saleh. Hanya kesalehan mereka kelak yang membuat kami pantas bersanding denganMU. Bersihkanlah harta kami agar masa depan anak kami bersih dari cela dan keterjerumusan. Jadikan kami hambaMU yang sibuk memperbaiki diri agar generasi setelah kami sibuk meneladani.

Jadikanlah anak-anak kami generasi yang berkualitas: sehat hati, lisan jujur dan ringan badan untuk berbakti. Jauhkan mereka dari segala macam mara bahaya dan penyakit. Bimbinglah langkah kaki-kaki kecil itu menapaki jalan panas masa depan. Tuntunlah laskar pelangi itu menjadi panorama indah semesta.

Ya Allah, hari esok bagi anak-anak kami adalah hari gelap, pancarkan cahayaMU agar jelas bagi mereka batas kebajikan dan

kemaksiatan. Jauhkan mereka dari ilmu tidak bermanfaat dan perkataan tanpa perbuatan. Lindungi mereka dari janji-janji yang diingkari dan kata-kata yang memperdaya. Berikan jalan lapang bagi langkah mereka menuju kebajikan dan tetapkan hati mereka untuk tidak bosan menjadi orang benar. Kuatkan kaki mereka dalam menapak jalan kebenaran lalu sambutlah mereka di ujung jalan dalam dekapMU.

Ya Allah, kami memohon keteguhan atas kebajikan dan memohon ketegaran dalam memperjuangkan kebenaran. Tampakkan kepada kami keburukan sebagai laku kemungkaran dan kuatkan kami untuk menghapusnya. Kami mengharap cintaMU dan cinta orang yang

mencintaiMU lalu ringankan hati dan tubuh kami untuk berlari menuju cintaMU.
Amien.

(disadur dari catatan my old friend Syahid Widi Nugroho)

Khaflah Attasyakur Lil Ikhtitam PP. Sirojul Mukhlasin II

UNDANGAN TERBUKA

HADIRILAH

Agenda Khataman :

a. Pertemuan Forum Alumni Yajri / Formy [ 10:00 WIB]

B. Pertemuan Wali Santri [ 14:00 WIB]

C. Pengajian Akhirussanah [19:30 WIB]

1.  Pembukaan
2.  Gema Wahyu Ilahi
3.  Tahlil
4.  Mukhafadhoh Durus
5.  Sambutan Panitia
6.  Sambutan Wali Santri
7.  Sambutan Pengasuh Pesantren
8.  Sambutan Kepala Kantor Departemen Agama
9.  Sambutan Bupati Kab. Magelang
10. Mauidhotul Khasanah K.H. Maimun Zubair (Sarang, Rembang)
11.  Mauidhotul R. Muhaimin Asnawi (Magelang)
Dilanjutkan dengan do’a penutup.

Hasil UN MTs

Ada banyak pertanyaan yang masuk tentang hasil UN MTs Yajri tahun 2010 ini kenapa belum diupload juga padahal sudah diumumkan ke khayalak sejak lama. Admin minta maaf untuk hal ini karena banyak hal yang datang berdatangan dan bersamaan di akhir tahun pembelajaran ini. Selain hal tersebut karena bagi kami Lulus UN berarti segalanya telah tercapai, pendidikan mental, akhlaq, dan juga menjaga semangat masih termasuk PR panjang  yang harus terus diperjuangkan dan layak sebagai tolok ukur sebuah pendidikan.
Meski begitu, kesyukuran kembali menyapa madrasah ini, hasil UN MTs Yajri tahun ini kembali mempertahankan posisi dan prestasi dengan hasil kelulusan UN 100 %. Untuk tingkat kabupaten Magelang, ada dua MTs yang berturut-turut selama dua tahun mempertahankan prestasi kelulusan 100 %, dan keduanya MTs Swasta.
inilah kesyukuran yang harus terus disyukuri dengan implementasi agar terus kita rasakan dan langgeng sampai seterusnya.

UN 2010 di MA YAJRI LULUS 90%

Sebuah kenikmatan yang wajib disyukuri datang lagi pada madrasah dan ponpes ini. Ditengah peredaran berita turunnya tingkat kelulusan UN tingkat SMA/MA pada tahun 2010 ini dan adanya 10 sekolah/madrasah di Jateng yang tingkat kelulusannya 0%, ternyata badai tersebut tidak turut menghantam prosentase kelulusan UN di MA Yajri Payaman.

Untuk tahun 2010 ini, alhamdulillah, setelah melalui usaha keras dan maksimal baik dlohir maupun batin, MA Yajri Payaman  berhasil menghantarkan 90% dari total  peserta UN yang berjumlah 50 peserta untuk menikmati kesuksesan dan kelulusan mereka, dengan perincian kelulusan 70% untuk program IPA dan 95% untuk program IPS. Dari 10 peserta didik program IPA, 3 diantaranya dinyatakan mengulang untuk mapel matematika, seorang diantaranya juga mengulang mapel fisika, bahasa inggris dan biologi. Sementara untuk program IPS, 2 siswi dari 40 peserta didik dinyatakan mengulang untuk mapel matematika.

Menurut Kepala MA Yajri, prestasi ini sangat membanggakan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, terlebih lagi menurut Laporan Hasil UN dari BNSP yang disertakan dalam pengumuman hasil UN, MA Yajri tercatat menduduki peringkat pertama dalam peraihan hasil UN untuk program IPS dibandingkan dengan Madrasah Aliyah Negeri-Swasta sekabupaten Magelang yang berjumlah 16 madrasah. Sementara untuk program IPA menduduki peringkat kedua.

Dalam sambutannya, KH. Minanurrohman Anshori selaku Pengasuh Ponpes Sirojul Mukhlasin dan Pengurus Yayasan yang menaungi madrasah ini mengatakan bahwa ini salah satu bukti bahwa kurikulum yang kita laksanakan tidak menghambat pelaksanaan UN, justru memacu untuk menyukseskannya.

Semoga kesuksesan ini tidak membuat mabuk dan larut dalam uforia instant, tapi memacu untuk lebih berprestasi dan meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan dan pembelajaran di PP Sirojul Mukhlasin 2, MTs-MA Yajri Payaman.

Urusan Moral Bukan Domain Pemerintah?

JPPR mulai menampakkan baju sebenarnya, baju pembobrokan moral bangsa.
“JPPR: Urusan Moral Bukan Domain Pemerintah”, sebagai judul dari komentar Sekretaris Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masyukurudin Hafidz kepada detikcom, Minggu (18/4/2010) terkait Usulan Mendagri Gamawan Fauzi soal larangan pezina untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Sebagaimana diberitakan di www.detik.com, Minggu, 18/04/2010, Masyukurudin Fafidz : “Sebagai Mendagri, tidak tepat menjadikan perzinahan sebagai syarat karena hal itu menjadi urusan moral yang bukan domain pemerintah”.

Dan tampaklah nyata bahwa Masyukurudin Hafidz menyetujui adanya pembobrokan moral (dan akhlaq) bangsa ini, padahal kalau ini dimaklumi, akan jadi tambah parah seperti apa bangsa ini. Kasus bobobroknya moral bangsa sudah jelas menjadi rahasia umum, dan bagaimana jika mereka dijadikan pimpinan?

Topik ini dikemukakan sebagai bahan diskusi, reply via comment.
Wallahu A’lam.

Kepada adik – adikku

Kepada adik – adikku

Calon peserta Ujian Akhir

Yang saya banggakan

Assalamu’alaikum wr wb.,

Alhamdulillah wasy syukru lillah,ash sholatu was salam ‘ala Rosulillah, amma ba’dah.

Pertama kali saya sampaikan selamat kepada kalian semua yang sampai saat ini sudah tercatat dalam daftar Nominasi Calon Peserta Ujian Nasional dan Ujian Madrasah tahun 2010. Semoga tidak ada aral melintang sehingga sampai waktunya kelak semuanya bisa mengikuti ujian dengan selamat dan sukses.

Saya awali tulisan saya ini dengan ucapan selamat karena memang ditengah pelaksanaan kurikulum yang dijalankan di madrasah serta pondok kita ini, boleh tidaknya seseorang siswa-santri mengikuti Ujian akhir masih menjadi perdebatan bagi semua civitas akademika di kampus kita ini, baik itu dari segi pencapaian dan ketuntasan materi/kompetensi ataupun akhlaq dan tingkah laku. Namun sampai saat ini semua yang kita daftarkan untuk mengikuti ujian, nama-namanya masih utuh, tidak berkurang jumlahnya.

Maka, bersyukurlah kalian bahwa pada tahun ini masih belum kita berlakukan diskualifikasi atau pencoretan (eliminasi) calon peserta Ujian Akhir Nasional/Madrasah bagi yang belum tuntas dan menyelesaikan materi pelajarannya atau karena akhlaqnya yang kurang layak untuk dipertimbangkan.

Adik-adikku yang saya banggakan,

Sengaja saya tulis tulisan ini sebagai bentuk “curhat” saya, baik selaku pribadi, guru, maupun yang diberi amanah untuk menjadi Ketua Panitia Madrasah Penyelenggara Ujian.

Sebelum saya lanjutkan tulisan ini, kalaupun kalian kurang berkenan untuk membacanya, silahkan kertas ini kalian remas-remas, sobek-sobek dan kalian buang atau bakar. Saya ridlo dengan hal itu daripada menyakitkan perasaan kalian. Dan saya juga menyadari jika kalian selesai membaca tulisan saya ini belum tentu bisa merubah cara pandan dan gaya hidup kalian untuk menjadi seperti yang saya angankan.

Tapi kalau memang berkenan, silahkan teruskan untuk membacanya, semoga ada manfaatnya.

Adik-adikku,

Sampai saat ini sudah empat kali UCO atau Try Out UN yang kalian ikuti. Bagaimana hasilnya tentu kalian sendiri sudah tahu walaupun pihak madrasah belum menempelkannya secara resmi, karena memang dari UCO inilah diharapkan setiap individu mampu menyadari kekuatan dan kelemahannya dalam menghadapi Ujian yang sesungguhnya. Untuk itulah selalu saya tekankan agar mengerjakan UCO dengan kemampuan diri yang maksimal, jangan menyontek atau mengandalkan jawaban dari orang lain, karena hal itu hanya akan menipu diri sendiri.

Untuk yang sudah memperoleh hasil yang memuaskan saya ucapkan selamat dengan syarat jangan merasa puas dan takabbur. Teruslah berupaya untuk meningkatkan prestasi yang lebih maksimal lagi, tapi jangan dipaksakan sehingga bisa over dosis. Bagi yang belum beruntung, masih ada waktu untuk memperbaiki diri, jangan patah semangat, dengan terus memohon ridlo dan ma’unah Allah agar memudahkan kita dalam belajar dan berusaha.

Adik-adikku,

Baik bagi kalian yang sudah berhasil muaupun yang belum puas dengan hasil UCO, saya mengajak untuk terus berusaha untuk lebih giat belajar dan berusaha guna menyongsong Ujian Akhir di Madrasah dan Pondok ini, baik itu Ujian Nasional maupun Ujian Madrasah.

Ingatlah bahwa sebagian dari masa depanmu adalah kau ukir dan kau tentukan dari keberhasilanmu dalam ujian ini. Jangan kau sia-siakan kesempatan berharga ini dengan meremehkannya ataupun tidak memperdulikannya. Persiapkanlah segala sesuatunya dengan maksimal agar kesuksesan dan kebahagiaan dapat kamu raih. Ingat juga bahwa penyesalan selalu datang belakangan.

Mumpung belum terlambat, ayo kita perbaharui niat dan usaha kita untuk kesuksesan dan kebahagiaan itu. Inilah saatnya untuk membuktikan bahwa kita bisa dan mampu untuk berprestasi, bahwa kita tidak menyia-nyiakan kesempatan, waktu dan harta dari orang tua serta wali yang telah membiayai belajar kita di madrasah dan pondok ini. Inilah kesempatan untuk membuktikan kepada guru-guru, asatidz dan terutama Abah Kiayi, bahwa kamu bukan siswa-santri yang tidak berbakti dengan ilmu dan pengetahuan yang telah mereka ajarkan.

Adik-adikku,

Madrasah dan pondok tempat kita bernaung saat ini sudah kadung terkenal, terutama eksistensi Abah dengan inovasi kurikulum pendidikan dan pembelajarannya. Sebelum ada pondok pun madrasah ini juga sudah terkenal dengan alumninya. Kalaulah saat ini kalian sebagai calon alumni Yajri, calon alumni santri Abah, lalu sudah siapkah kalian untuk menjadi alumni dengan keadaan dan kondisi yang ada pada diri kalian saat ini ?

Saya tidak akan mengatakan bahwa pihak pengelola madrasah akan malu kalau kalian tidak lulus, tetapi saya ingin mengembalikannya pada diri kalian. Kalian telah menempuh pendidikan dan pembelajaran di sini + 3-6 tahun, lalu apakah yang akan kalian banggakan setelah keluar dari madrasah/pondok ini ? apa yang kalian peroleh selama di sini ? apa yang bisa kalian manfaatkan setelah tidak lagi belajar di sini ? apa yang akan kalian jadikan bekal untuk meneruskan belajar di perguruan tinggi atau pondok pesantren lainnya atau ketika kembali ke rumah ? apa yang akan kalian amalkan dan kerjakan dalam kehidupan nyata bermasyarakat kelak ? pantaskah untuk menerima ijazah dan surat tanda tammat belajar …? sudah layakkah menyandang gelar “ALUMNI YAJRI” ?

Adik-adikku,

Terpaksa saya menulis tulisan ini karena saya tidak mampu untuk menyampaikannya secara verbal di depan kalian karena memang keterbatasan kompetensi verbal saya serta waktu yang bisa saya manfaatkan.

Sekali lagi, kalau kalian merasa terganggu dan kertas ini tiada berguna untuk kalian, silahkan buang atau bakar saja daripada mengganggu dan menyita waktu kalian.

Terus terang amanah yang saya terima sebagai Kepala Madrasah amatlah berat untuk mengantarkan kalian pada sebuah kesuksesan yang dinamakan LULUS UJIAN. Kelulusan sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab Kepala Madrasah, Pak Kiayi, Guru-guru maupun Asatidz, karena yang akan mengikuti ujian dan mengisi lembar jawab adalah siswa-santri, yaitu kalian sendiri. Untuk itu, sebesar usahamu, sebesar itu pula keuntungan yang nakan kamu peroleh.

Dulu Kiayi saya sering mengatakan, “ Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu ”. Maksudnya, sebesar kesadaran diri kita dalam menghadapi ujian dan kehidupan, sebesar itu pula keuntungan yang akan kita peroleh. Jika kesadaran itu baru sebatas yang penting hidup di pondok ini happy-happy saja ya sebatas itulah yang kamu dapatkan, setelah puas dengan ke-happy-anmu, tidak ada kepuasan lain yang menyertainya, apalagi kepuasan batin yang mendapat rahmat dan ridlo Allah SWT.

Saya sering merasa iri jika melihat dan sedikit membanding-mbanding masa usia kalian dengan masa usia pelajar sekolah/madrasah atau santri pondok lain, yang mana saya melihat kedewasaan kalian belum sebanding dengan mereka. Pada masa seperti usia kalian saat ini, seharusnya sudah tumbuh kedewasaan berpikir dan berbuat yang lebih layak lagi daripada yang kalian kerjakan saat ini. Ini bukan berarti saya menganggap kalian kekanak-kanakan. Lihatlah teman-teman seusia kalian di luar sana, lalu bandingkan dengan diri kalian sendiri, apa kelebihan dan kekurangan kalian ?

Disaat yang Lain berjibaku, berjihad dan berjuang untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dengan bersungguh sungguh belajar, mengikuti les dan bimbingan belajar, privat dengan biaya mahal, menambah ibadah sunnah dan berdoa untuk mendekatkan diri pada Allah dan mencari ridlo serta ma’unahNya, nah apa yang kalian kerjakan …?

Adik-adikku,

Masih ada waktu untuk berbuat, galilah potensi dalam dirimu dengan prestasimu untuk meraih kesuksesan dan kebahagianmu, jangan kau sia-siakan amanah dari Allah SWT dalam mengelola waktu dan tubuhmu. Gunakan kesempatan yang ada untuk menambah kualitas hidupmu.

Masih banyak yang ingin saya sampaikan sebenarnya, insya Allah dilain kesempatan bisa diteruskan. Anggaplah ini bukan nasehat tapi sekedar curhat saya kepada kalian, semoga bermanfaat, mohon maaf kalau mengganggu dan menyita  waktu dan pikiran kalian, semoga Allah meridloi.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Secang, 6 Maret 2010

Akhukum fillah,

Sitah Akhmad Zaenuri

KARANTINA UN

untuk lebih mengintensifkan pembelajaran dan persiapan Ujian Nasional, para peserta Ujian Nasional dikarantinakan dalam sebuah ruangan yang terpisah antara peserta putra dan putri, dan dengan siswa-santri lainnya. kegiatan karantina ini dimulai H-2 sebelum pelaksanaan UN. selama karantina, mereka dibimbing oleh para Guru Pengampu mata pelajaran terkait, para asatidz dan para senior. selain belajar untuk persiapan materi UN, mereka juga mengadakan peningkatan ibadah dan mujahadah akbar serta shughro, memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam belajar mencari ilmu serta dimjudahkan dalam mengerjakan ujian sehingga memperoleh prestasi dan kesuksesan.

untuk tahan ini, peserta putra menempati ruang Puskestren dan peserta putri menempati salah satu ruangan di aula putri.

pada siang sampai malam hari mereka dibimbing untuk mempelajari dan mempersiapkan materi yang akan diujikan besuk hari. para Bapak dan ibu Guru pun dengan ikhlas membimbing mereka sampai larut malam.

semoga kegiatan ini  lebih bermanfaat dan lebih memotivasi untuk meraih kesuksesan.

MESIN PENCARI
PESAN SINGKAT

Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
KALENDER
yajri di FACEBOOK