Archive for the ‘Hikmah – Tausiah’ Category
Hikmah Hari Asyura
Asslamua’alaiku Wr. Wb.
Alahamdulillah, sebentar lagi kita akan menyambut salah satu hari besar islam yaitu hari hari ’Asyura’. Berikut saya post.kan salah satu cara memperingati hari Asyura beserta hikmahnya….
Puasa di Bulan Muharram, Seutama-utamanya Puasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk banyak melakukan puasa pada bulan tersebut sebagaimana sabdanya,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Dari hadits di atas, Ibnu Rojab rahimahullah mengatakan, “Hadits ini dengan tegas mengatakan bahwa seutama-utamanya puasa sunnah setelah puasa di bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” Beliau rahimahullah juga mengatakan bahwa puasa di bulan Muharram adalah seutama-utamanya puasa sunnah muthlaq. (Latho’if Ma’arif, hal. 36)
Puasa ‘Asyura’ Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Dari hari-hari yang sebulan itu, puasa yang paling ditekankan untuk dilakukan adalah puasa pada hari ‘Asyura’ yaitu pada tanggal 10 Muharram karena berpuasa pada hari tersebut akan menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.
Abu Qotadah Al Anshoriy berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanyakan mengenai (keutamaan) puasa hari ‘Asyura. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
« يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ »
“Puasa ‘Asyura’ akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alikum Wr Wb.

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]
1bulu1kebaikan | fimadani
DIDIKLAH ANAKMU UNTUK ZAMAN YANG BUKAN ZAMANMU
Kalau Anda sepakat bahwa mendidik anak jauh lebih melelahkan dibanding membuatnya, marilah kita berdiskusi dengan tulisan ini. Kalau Anda tidak sepakat, teruskan dulu membaca edisi ini sampai selesai, siapa tahu di akhir tulisan, Anda akhirnya sepakat.
Saya lupa kapan awalnya, pastinya sampai sekarang saya terpengaruh oleh kearifan: Anakmu bukanlah anakmu. Dia adalah anak zaman. Didiklah dia untuk zaman yang bukan zamanmu.
Demi menelaah petuah sederhana dalam makna itu, betapa takut saya. Zaman di depan sepertinya berlangsung lebih gelap dari yang kini ada. Sebaiknya kita mulai dari yang paling mudah dibaca dan kebetulan sedang aktual: pornoisme.

Melihat berita yang minggu ini sedang panas dan menyaksikan warnet menjamur, miris saya. Internet menjadi gaya hidup. Bila tidak tersedia di rumah, anak-anak lari ke warnet. Tidak perlu tahu situs porno untuk melihat gambar atau adegan porno. Ketik saja kata kunci yang berdekatan dengan birahi, segala yang telanjang akan ditawarkan untuk kita. Bahka
n tidak perlu niat melihat yang porno untuk ditawari yang porno. Buktinya ini: berniat mencari informasi tentang pesantren putri almamater istri, saya mengetik ’pondok putri’, lalu tawaran porno membanjiri halaman saya.
Bahkan tidak harus lewat internet untuk menemukan yang porno. Duduklah saja di pinggir jalan, atau berjalanlah ke mal, segala yang porno menjadi tawaran. Bahkan tidak usah keluar rumah, lihatlah acara televisi barang lima menit saja, saya jamin lima belas adegan porno dan kekerasan mampir di mata Anda.
Akan seperti apa masa depan anak kita kalau yang porno bertebaran di mana-mana. Menjadi sholeh di masa depan, saya jamin, jauh lebih sulit daripada yang pernah kita alami. Tantangan menjadi orang baik di masa depan lebih berat bagi anak kita. Mereka harus tertatih melawan arus: mereka harus bergerak ke suatu kutub padahal mayoritas orang melaju ke kutub yang lain. Masa nanti mungkin akan seperti prediksi Nabi: beruntunglah orang-orang aneh yang tidak tunduk pada tren mayoritas. Saat itu mungkin pilihan ’uzlah lebih bijaksana daripada berjuang menjadi saleh di tengah keramaian yang resiko kegagalannya hampir seratus persen.
Sementara, janganlah lagi berdebat tentang batasan porno dan HAM. Sementara, tinggalkan dulu kontroversi antara pentingnya menutup aurat dan kebebasan berekspresi. Marilah saya ingatkan hasil diskusi kita hari kemarin: metodologi pendidikan anak ala Jepang dipadu dengan teknik Barat dilengkapi dengan cara Arab tidak cukup! Mendidik anak harus dilengkapi dengan pondasi iman dan doa. Tetapi itupun belum cukup, sebelum menuntut anak menjadi saleh, lebih dahulu marilah bercermin: anak yang baik lahir dari orang tua yang baik!
Untuk itu marilah berdoa:
Ya Allah Tuhan kami, pantaskanlah kami menjadi orang tua yang melahirkan generasi yang saleh. Hanya kesalehan mereka kelak yang membuat kami pantas bersanding denganMU. Bersihkanlah harta kami agar masa depan anak kami bersih dari cela dan keterjerumusan. Jadikan kami hambaMU yang sibuk memperbaiki diri agar generasi setelah kami sibuk meneladani.
Jadikanlah anak-anak kami generasi yang berkualitas: sehat hati, lisan jujur dan ringan badan untuk berbakti. Jauhkan mereka dari segala macam mara bahaya dan penyakit. Bimbinglah langkah kaki-kaki kecil itu menapaki jalan panas masa depan. Tuntunlah laskar pelangi itu menjadi panorama indah semesta.
Ya Allah, hari esok bagi anak-anak kami adalah hari gelap, pancarkan cahayaMU agar jelas bagi mereka batas kebajikan dan
kemaksiatan. Jauhkan mereka dari ilmu tidak bermanfaat dan perkataan tanpa perbuatan. Lindungi mereka dari janji-janji yang diingkari dan kata-kata yang memperdaya. Berikan jalan lapang bagi langkah mereka menuju kebajikan dan tetapkan hati mereka untuk tidak bosan menjadi orang benar. Kuatkan kaki mereka dalam menapak jalan kebenaran lalu sambutlah mereka di ujung jalan dalam dekapMU.
Ya Allah, kami memohon keteguhan atas kebajikan dan memohon ketegaran dalam memperjuangkan kebenaran. Tampakkan kepada kami keburukan sebagai laku kemungkaran dan kuatkan kami untuk menghapusnya. Kami mengharap cintaMU dan cinta orang yang
mencintaiMU lalu ringankan hati dan tubuh kami untuk berlari menuju cintaMU.
Amien.
(disadur dari catatan my old friend Syahid Widi Nugroho)