<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>YAJRI - Yayasan Bakti Yajri</title>
	<atom:link href="http://www.yajri.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yajri.or.id</link>
	<description>PONDOK PESANTREN SIROJUL MUKHLASIN II, MTs - MA YAJRI PAYAMAN</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 03:58:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>UPACARA BENDERA</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/opini/upacara-bendera/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/opini/upacara-bendera/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 03:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amirs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[UPACARA BENDERA Tata Upacara Bendera adalah tindakan dan gerakan yang dirangkaikan dan ditata dengan tertib dan disiplin. Pada hakekatnya upacara bendera adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain. Upacara bendera rutin dilaksanakan di Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II, yang <a href="http://www.yajri.or.id/opini/upacara-bendera/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/upacara-11.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-634" src="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/upacara-11-300x220.jpg" alt="" width="300" height="220" /></a><a href="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/upacara-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-635" src="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/upacara-2-300x220.jpg" alt="" width="300" height="220" /></a>UPACARA BENDERA</strong></p>
<p>Tata Upacara Bendera adalah tindakan dan gerakan yang dirangkaikan dan ditata dengan tertib dan disiplin. Pada hakekatnya upacara bendera adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain.</p>
<p>Upacara bendera rutin dilaksanakan di Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II, yang diikuti oleh segenap santri MA-MTs, para ustadz, dan guru serta karyawan. Upacara bendera ini bertujuan untuk mengajak semua civitas akademika PPSM II untuk berjiwa nasionalis. Berdiri dan menghormat kepada bendera sang saka merah putih dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Di sanalah terlihat bahwa kita adalah bangsa yang telah merdeka dan berdaulat karena jasa para pahlawan kita yang gagah berani mengusir penjajah dari bumi Indonesia.</p>
<p>Upacara bendera juga mengajarkan pada kita untuk mengenang jasa para pahlawan, mendoakannya, dan menyanyikan lagu-lagu nasional yang membuat peserta upacara tahu sejarah bangsa Indonesia dan menanamkan jiwa patriotisme. Upacara bendera harus terus dilakukan disekolah-sekolah maupun di pondok-pondok pesantren. Kehadirannya harus terus semakin disempurnakan agar anak bangsa ini menghargai pentingnya disiplin, menghargai jasa para pahlawannya, dan yang paling penting mengajak santri dan siswa untuk senantiasa bangga akan bangsanya. Bangsa Indonesia.</p>
<p>Dalam aspek olah rasa, upacara bendera menjadi media bagi seluruh civitas akademika pondok, baik itu santri, ustadz, guru dan karyawan untuk belajar menghargai arti kemerdekaan. Upacara bendera juga menjadi rekreasi psikologis bagi generasi penerus sehingga dapat menghargai dengan mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal positif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/opini/upacara-bendera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Santri Sirojul Mukhlasin II (PPSM II )akan Mengikuti Test Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/akhbar/santri-sirojul-mukhlasin-ii-akan-mengikuti-test-program-beasiswa-santri-berprestasi-pbsb/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/akhbar/santri-sirojul-mukhlasin-ii-akan-mengikuti-test-program-beasiswa-santri-berprestasi-pbsb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 02:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnusafir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbar]]></category>
		<category><![CDATA[Santri Sirojul Mukhlasin II (PPSM II )akan Mengikuti Test Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[(www.yajri.or.id). Magelang. Sebanyak 11 orang santri Sirojul Mukhlasin II akan mengikuti Test program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). PBSB  merupakan program beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Program ini merupakan program unggulan Beasiswa yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI. Sirojul Mukhlasin II pada tahun 2012 ini akan mengirimkan sebanyak 11 santri untuk merebutkan beasiswa itu. <a href="http://www.yajri.or.id/akhbar/santri-sirojul-mukhlasin-ii-akan-mengikuti-test-program-beasiswa-santri-berprestasi-pbsb/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(<a href="http://www.yajri.or.id">www.yajri.or.id</a>). Magelang. Sebanyak 11 orang santri Sirojul Mukhlasin II akan mengikuti Test program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). PBSB  merupakan program beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Program ini merupakan program unggulan Beasiswa yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI.</p>
<p>Sirojul Mukhlasin II pada tahun 2012 ini akan mengirimkan sebanyak 11 santri untuk merebutkan beasiswa itu. Adapun yang akan mengikuti test seleksi yang akan dilaksanakan di  Kanwil Kemenag Jawa Tengah pada tanggal 14 mei  2012 adalah Ahmad Wahibul Minan (IPB), Muhammad Arifin Hakim (ITS), Miftakhurrohman ((UIN SYARIF HIDAYATULLOH JAKARTA), Ida Nurul Aeni (UIN SYARIF HIDAYATULLOH JAKARTA), Fadlus Shofain (UPI), Wahyuningsih (UPI), Ahmad Musyafa Ali (UPI), Ahmad Ulil Albab (UGM), Nur Hidhayanti (UNAIR), Humaidi Mujab (UNAIR), Helma Prihastuti (UNAIR). Mustanir juga menambahkan bahwa sejak tahun 2006 Sirojul Mukhlasin II selalu  mengikuti program ini. Bahkan setiap tahunnya kita (Sirojul Mukhlasin) selalu ada yang keterima di program ini. Sampai tahun 2011 kemarin sudah sebanyak 7 santri kami yang tersebar di 3 perguruan tinggi (IPB,UGM,UIN Jakarta), pada tahun ini kami berharap semua santri yang akan mengikuti test dapat diterima semuanya.Jelas Mustanir, S.P.dI selaku Ketua Kurikulum Ponpes Sirojul Mukhlasin II, MA Yajri, Payaman.</p>
<p>Ditanya tentang persiapan yang dilakukan, Mustanir menjelaskan bahwa upaya maksimal sudah dilakukan oleh pihak pesantren, mulai dari latihan soal, penambahan jam pelajaran, dan pengawasan secara intensif. Tinggal kita serahkan sama Gusti Allah saja. Terang pria asli Tegal ini. (IBS)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/akhbar/santri-sirojul-mukhlasin-ii-akan-mengikuti-test-program-beasiswa-santri-berprestasi-pbsb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FPI Anarkis? Benarkah? Mengapa?</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/opini/fpi-anarkis-benarkah-mengapa/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/opini/fpi-anarkis-benarkah-mengapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 13:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faiz Syauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinia]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Satrow Ngatawi]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[FPI Anarkis? Benarkah? Mengapa?[1] Oleh Faiz Syauqy[2] FPI dan Kontroversinya Sabtu, 11 Februari 2012 rombongan pimpinan FPI pusat, yaitu Ketua Bidang Dakwah Muhsin Ahmad Alattas, Sekjen K.H. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen K.H. Awit Masyhuri, dan Panglima LPI Ustadz Maman Suryadi berangkat ke Palangkaraya untuk pembukaan cabang dan merayakan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Setibanya di Bandara <a href="http://www.yajri.or.id/opini/fpi-anarkis-benarkah-mengapa/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><strong>FPI Anarkis?</strong><strong> Benarkah? Mengapa?</strong><strong><a title="" href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a></strong></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Oleh Faiz Syauqy<a title="" href="#_ftn2"><strong>[2]</strong></a></em></strong></p>
<div id="attachment_593" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-593" src="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/tolak-FPI-2-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /><p class="wp-caption-text">pontianak.tribunnews.com</p></div>
<p><strong>FPI dan Kontroversinya</strong><strong></strong></p>
<p>Sabtu, 11 Februari 2012 rombongan pimpinan FPI pusat, yaitu Ketua Bidang Dakwah Muhsin Ahmad Alattas, Sekjen K.H. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen K.H. Awit Masyhuri, dan Panglima LPI Ustadz Maman Suryadi berangkat ke Palangkaraya untuk pembukaan cabang dan merayakan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Setibanya di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, mereka dikepung sekelompok masyarakat yang membawa senjata tajam. Kelompok ini mengancam akan membakar pesawat dan membunuh para pimpinan FPI pusat tersebut. Mereka juga menuntut pembubaran ormas Islam yang dinilai anarkis tersebut.<strong></strong></p>
<p>Setelah peristiwa tersebut, FPI kembali menjadi sorotan publik secara luas. Tentunya masyarakat akan terbagi menjadi dua kubu, pro atau anti FPI. Bagi mereka yang mngerti FPI secara luas pasti akan menjadi kubu pro dan mengusulkan introspeksi di internal FPI. Sebaliknya, mereka yang tidak paham tentang FPI dan hanya mendapatkan informasi FPI dari media massa, bida dipastikan mereka anti dan mendukung dibubarkannya FPI.</p>
<p>Apabila kita mencermati sejarah awal mula terbentuknya FPI, sebenarnya tidak ada yang salah dengan mereka. Kelompok ini secara resmi berdiri pada 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Umm, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan. FPI didirikan oleh sejumlah Haba’ib, Ulama, Mubaligh, serta aktivis miuslim dan umat Islam. Tokoh yang mempelopori beridrirnya FPI adalah Habib Rizieq Shihab. Kelompok ini berdiri pasca reformasi, di mana saat itu hampir tidak ada kekuatan sosial dominan yang mampu mampu mengendalikan gerakan masyarakat, bahkan aparat negara juga tidak memiliki peranan efektif dalam menjalankan fungsinya sebagai penjaga ketertiban sosial masyarakat.  Menurunnya peran negara juga berdampak pada hilangnya tertib hukum di masyarakat. Banyak peraturan pemerintah yang dilanggar oleh masyarakat, termasuk di sini adalah larangan mengenai judi dan kemaksiatan.</p>
<p>Menurut para aktivis Front Pembela Islam (FPI), pada era reformasi, pemerintah tidak bisa mengendalikan terjadinya tindak kemaksiatan di masyarakat. Hal itu terbukti dengan maraknya praktik perjudian, narkoba, minuman keras, dan beroperasinya tempat-tempat maksiat secara terbuka. Oleh karena pemerintah tidak bersikap tegas dalam menangani masalah kemaksiatan, maka umat Islam berkewajiban mengambil inisiatif membantu pemerintah untuk memerangi kemaksiatan tersebut.</p>
<p>Tujuan berdirinya FPI adalah untuk melakukan <em>amar ma’ruf nahi munkar </em>(perintah untuk melakukan segala perkara yang baik menurut <em>syara’ </em>dan hukum akal, serta mencegah setiap kejahatan/kemunkaran, yakni setiap perkara yang dianggap buruk oleh <em>syara’</em> dan hukum akal.</p>
<p>Kegiatan FPI dalam dokumen risalah historis dan garis perjuangan FPI tertulis bahwa mereka tidak pernah mau berkompromi dengan indvidu atau masyarakat yang melakukan tindakan maksiat, atau mentolelir kegiatan maksiat. Terhadap hal-hal seperti ini FPI akan bertindak keras dan tegas. Akan tetapi hal sersebut tidak membuat FPI  menutup diri untuk berdialog dengan orang atau kelompok lain. Mereka senantiasa melakukan koordinasi dengan aparat berwenang, ulama, tokoh masyarakat. Selain itu, FPI juga mencoba untuk selalui mengikuti/memenuhi seluruh prosedur hukum yang berlaku di negri ini.</p>
<p><strong>Kesalahan Implementasi FPI</strong></p>
<p>Dari sudut pandang Ulama’ tentang FPI, Dr. KH. Imaduddin Sukamto., M.A. berpendapat bahwa ada kesalahan implementasi dalam FPI. Pada dasarnya FPI mempunyai tujuan yang baik dan sangat mulia. Tersirat dari nama FPI yang merupakan akronim dari Front Pembela Islam. Mereka berusaha menjadi garda paling depan untuk membela kepentingan Islam, salah satunya terkait Nahi Mungkar (mencegah kemungkaran). Beliau berpendapat bahwa FPI mempunyai kelebihan, di saat umat islam takut untuk melakukan Nahi Mungkar, dan di saat ma’siat merajalela FPI masih konsisten dalam usaha untuk mengamalkan salah satu ajaran islam yaitu Nahi mungkar.</p>
<p>Akan tetapi, ketika beliau mengkorelasikan dengan sebuah Ayat Al-Qur’an (Ud’u ila sabili robbika bilhikmati walmau’idlotilhasanati) yang artinya : ajaklah orang-orang ke Jalan Tuhan mu dengan hikmah dan nasihat-nasihat yang bagus, maka FPI menjadi sedikit tidak tepat.</p>
<p>Implementasi FPI dalam Nahi munkar terlalu kasar, dan Islam tidak mengajarkan itu. Namun perlu digali lagi apa yang membuat mereka brutal. Pasti ada banyak faktor di belakangnya, imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Komplek 4 tersebut.</p>
<p>Dan menanggapi pertanyaan terkait isu pembubaran FPI, mantan pembantu rektor tiga UIN Sunan Kalijaga ini menjawab, “Apabila benar dibubarkan, kemudian siapa yang akan melakukan nahi mungkar di Negara ini? Apakah akan dibiarkan saja maksiat meraja lela?”, tungkas beliau.</p>
<p><strong>Preman di </strong><strong>D</strong><strong>alam FPI</strong></p>
<p>Analisis bahwa di dalam FPI terdapat banyak faktor dan kepentingan dari berbagai golongan menyeruak ke permukaan, dengan asumsi-asumsi bahwa bagaimana mungkin ormas Islam yang notabene didirikan oleh haba’ib dan ulama’ bertindak secara anarkis. Sangat mungkin ada oknum-oknum yang masuk dalam ormas ini untuk memanfaatkan bagi kepentingan pribadi.</p>
<p>Mencuplik analisis Al-Satrow Ngatawi dalam bukunya <em>“Gerakan Islam Simbolik, Politik Kepentingan FPI”, </em>terdapat berbagai lapisan masyarakat yang tergabung dalam FPI. Dilihat dari akar Sosial kelompok aktivis pergerakan yang menggerakkan FPI, penulis menemukan adanya empat lapisan sosial, yaitu: para haba’ib dan ulama’, intelektual kampus dan mahasiswa, kelompok preman dan anak jalanan, dan masyarakat awam.</p>
<p>Masing-masing lapisan tersebut sama-sama memandang dan memposisikan Islam sebagai paham dan ajaran yang mulia yang akan membimbing keselamatan pemeluknya di dunia dan akhirat, akan tetapi secara praksis masing-masing elemen tersebut mempunyai pemahaman, cara pandang, dan kepentingan yang berbeda-beda.</p>
<p>Elemen yang patut disoroti adalah mereka yang memiliki akar sosial sebagai manusia jalanan, tukang parkir, preman terminal, penjaga keamanan informal, dan gengster. Jika diteliti lebih dalam. Menurut para aktivis FPI yang berasal dari kalangan preman dan anak jalanan ini, ada dua keuntungan yang mereka peroleh sekaligus ketika aktif dalam gerakan FPI: <em>pertama,</em> mereka merasa menjadi seorang muslim yang baik karena dapat ikut berjuang membela Islam, dan <em>kedua </em>aktivitas mereka di FPI dapat menjadi alat pelindung bagi mereka ketika melakukan tindakan yang tidak terpuji.</p>
<p>Selain itu, dengan menjadi anggota FPI, mereka meraih keuntungan secara materiil karena dapat meningkatkan daya tawar di hadapan para pengusaha. Beberapa anggota menjadi keamanan informal di tempat hiburan, terutama di sepanjang jalan Mangga Besar Jakarta Pusat. Di sini terlihat jelas bahwa masuknya kelompok ini ke dalam gerakan Islam radikal FPI bukan karena dorongan ideologis, melainkan lebih karena kepentingan sosial-ekonomi.</p>
<p>Secara logika, hampir bisa dipastikan elemen ke empat inilah yang bertanggung jawab terhadap aksi anarkisme di FPI. Latar belakang mereka di jalanan sedikit banyak akan mempengaruhi mereka dalam kegiatan-kegiatan FPI. Kemungkinan besar ke anarkisan mereka memancing anggota FPI lain untuk melakukan hal yang sama. Sangat mungkin mereka terlalu keras dalam mengimplementasikan tujuan utama FPI untuk <em>amar ma’ruf nahi munkar.</em></p>
<p><strong>Introspeksi Internal</strong></p>
<p>Apabila demikian adanya, seharusnya FPI melakukan interospeksi diri dengan meng-evaluasi anggota-anggotanya. Tidak ada salahnya mereka untuk selektif dalam perekrutan kader-kader FPI, karena merekalah yang nantinya akan mengimplementasikan dan mewujudkan tujuan utama FPI.</p>
<p>Ketika di dalam FPI terdapat oknum-oknum yang memanfaatkan ormas tersebut demi kepentingan pribadi, maka sangat mungkin dipastikan akan terjadi penyelewengan atau penyalah gunaan amanat seperti yang saat ini terjadi, sehingga tujuan awal dari FPI tersebut tidak tercapai. Namun sebaliknya justru akan menjadi boomerang bagi mereka sendiri. Terbukti saat ini, banyak orang-orang yang mengecam FPI dan menuntut untuk dibubarkan.</p>
<p>Padahal secara ideologi dan tujuan, FPI sangat berberan dalam membantu pemerintah untuk menjaga moral negri ini dengan memerangi kemaksiatan dan narkoba. Karena, ketika kemaksiatan termasuk narkoba merajalela tanpa ada tindakan nyata untuk memeranginya, maka krisis moral akan melanda negri ini. Hal ini sudah nampak dengan maraknya praktik korupsi, pembunuhan, perampokan, hamil di luar nikah, aborsi dan permasalahan-permasalahan lainnya yang kesemuanya bermuara dari krisis moral.</p>
<p><strong></strong>Melihat mulianya tujuan berdirinya FPI, seharusnya diperlukan juga kemuliaan dan ketulusan niat dari anggota-anggota yang ada di dalamnya, sehingga tujuan FPI untuk <em>amar ma’ruf nahi munkar </em>benar-benar terwujud tanpa harus ada kepentingan-kepentingan pribadi yang sifatnya merusak FPI itu sendiri.</p>
<p><strong> </strong></p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Artikel ini juga merupakan Tugas Ujian Matakuliah Indepth Reporting</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a> Penulis adalah Mahasiswa Komunikasi UII, merupakan alumni PP. Sirojul Mukhlasin 2, MTs-MA Yajri Payaman.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/opini/fpi-anarkis-benarkah-mengapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat-Syarat  Mencari  Ilmu</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/hikmah/syarat-syarat-mencari-ilmu/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/hikmah/syarat-syarat-mencari-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 05:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnusafir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah - Tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[Syarat-Syarat Mencari Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang mukmin yang sedang mencari ilmu,  sudah seharusnya kita selalu mengingat  dan mengamalkan apa yang pernah kita pelajari. Adapun syarat-syarat menuntut ilmu adalah sebagai berikut : أَلاَ لاَ تَنَالُ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ # سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانِي ذَكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍ وَبُلْغَةٍ # وَإِرْشَادِ أُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ Syarat mencari ilmu yaitu: Kecerdasan Semangat (Nghiroh) Kesabaran <a href="http://www.yajri.or.id/hikmah/syarat-syarat-mencari-ilmu/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang mukmin yang sedang mencari ilmu,  sudah seharusnya kita selalu mengingat  dan mengamalkan apa yang pernah kita pelajari. Adapun syarat-syarat menuntut ilmu adalah sebagai berikut :</p>
<p align="center">أَلاَ لاَ تَنَالُ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ # سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانِي</p>
<p align="center">ذَكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍ وَبُلْغَةٍ # وَإِرْشَادِ أُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ</p>
<p>Syarat mencari ilmu yaitu:</p>
<ol>
<li>Kecerdasan</li>
<li>Semangat (Nghiroh)</li>
<li>Kesabaran</li>
<li>Bekal yang cukup</li>
<li>Arahan (petunujk) dari guru</li>
<li>Waktu yang lama</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/hikmah/syarat-syarat-mencari-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sirojul Mukhlasin II Menyelaraskan Tiga  Dimensi Pendidikan dalam Satu Wadah 1</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/akhbar/sirojul-mukhlasin-ii-menyelaraskan-tiga-dimensi-pendidikan-dalam-satu-wadah-1/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/akhbar/sirojul-mukhlasin-ii-menyelaraskan-tiga-dimensi-pendidikan-dalam-satu-wadah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 06:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnusafir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[&#160;  Mulanya hanya sebuah madrasah dengan nama  “Madrasah Mu’allimin/Mu’allimat 6 Tahun Payaman”.  Berdiri sekitar tahun 1966/1967 di Dusun Gembongan Desa Payaman kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Keberadaan madrasah yang mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar, mengubah  namanya  menjadi Madrasah Tsanawiyah – Aliyah (MTs – MA) Yayasan Amal Jariyah atau Yajri. Namun seiring perjalanannya, titel Madrasah seolah <a href="http://www.yajri.or.id/akhbar/sirojul-mukhlasin-ii-menyelaraskan-tiga-dimensi-pendidikan-dalam-satu-wadah-1/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: left"><a href="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/155214_474007998215_265473273215_5579871_3261339_n1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-577 alignleft" src="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/155214_474007998215_265473273215_5579871_3261339_n1-150x150.jpg" alt="" width="120" height="120" /></a> Mulanya hanya sebuah madrasah dengan nama  “<em>Madrasah Mu’allimin/Mu’allimat 6 Tahun Payaman</em>”.  Berdiri sekitar tahun 1966/1967 di Dusun Gembongan Desa Payaman kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Keberadaan madrasah yang mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar, mengubah  namanya  menjadi Madrasah Tsanawiyah – Aliyah (MTs – MA) Yayasan Amal Jariyah atau Yajri. Namun seiring perjalanannya, titel Madrasah seolah berada di kelas dua, sehingga mendorong pihak yayasan untuk menciptakan terobosan baru. Hingga akhirnya pada tahun 1993, diselenggarakanlah pendidikan formal alternatif berupa pesantren bernama Sirojul Mukhlasin unit II di bawah pimpinan dan asuhan KH. Minanurrohman Anshori. Nama Sirojul Mukhlasin mempunyai makna filosofis bahwa tamatan madrasah dan pondok pesantren ini harus menjadi <em>sirojul mukhlasin</em> atau lampu penerang bagi orang-orang yang ikhlas di masyarakat kelak. Lampu penerang yang dimaksud adalah bermanfaat dengan ilmunya untuk diri sendiri dan orang lain/sosial. Orang-orang yang ikhlas (<em>mukhlasīn</em>) adalah yang menjadi <em>khalīfah fil ardl</em> dan bukan <em>yufsidu fīha</em>, serta tidak <em>musyrik</em><em> </em>atau menyekutukan Allah.</p>
<p>Di dalam kompleks Pondok Pesantren terdapat tiga jenis lembaga pendidikan, yaitu Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Pondok pesantren dan dalam kenyataannya ketiga jenis lembaga pendidikan ini tidak terpisah-pisah dalam kurikulum, pengelolaan dan sistem pembelajarannya. Yang membedakan ketiganya hanyalah dalam urusan administratif dengan pemerintah. Dalam perjalanannya selama kurang lebih 15 tahun, perbaikan terus dilakukan secara bertahap dalam peningkatan dan pengembangan sistem pendidikan dan pembelajaran serta pembinaan siswa-santri maupun dalam peningkatan kualitas out-putnya.  Hal ini dimaksudkan sebagai kesiapan madrasah dan pesantren dalam  menghadapi tantangan dan tuntutan global. Dan pada tahun 2009-2010, yayasan yang menaungi lembaga ini berubah nama menjadi Yayasan Bakti Yajri. Dengan visi mempersiapkan siswa/santri yang beraqidah, bertaqwa, mempunyai pengetahuan luas dan berakhlak karimah dengan miliu pesantren maka diharapkan siswa/santri dapat mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>. Pembelajaran di dalam pondok menerapkan sistem pemisahan ruangan antara murid laki-laki dan perempuan. Dari segi sumber pembiayaan pondok bergantung dari Syahriyah peserta didik sekitar Rp. 2.500.000,00 per tahun dengan sistem pembayaran diangsur secara terjadwal selama empat kali dalam satu tahunnya. Dengan demikian diharapkan anak tidak lagi terbebani masalah biaya kecuali uang makan yang dibayarkan setiap bulannya Rp. 155.000,00.</p>
<p>Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 2 memadukan antara Kurikulum Nasional, Kurikulum Departemen Agama, dan kurikulum pesantren. Kurikulum Nasional dipakai dalam bidang studi sains seperti Matematika, Fisika, Biologi, Kimia dan pengetahuan sosial.  Sementara untuk bidang studi yang bersifat keagamaan, seperti Fiqh, Hadits, Al Qur’an, Aqidah, Akhlak dan Bahasa Arab, madrasah ini mengambil referensi kurikulum yang ada di lingkungan pesantren, beberapa di antaranya memakai kitab kuning sebagai buku wajib atau pegangan guru dan murid.</p>
<p>Untuk siswa-santri pada tahun pertama lebih difokuskan pada pembelajaran Bahasa Arab, baik berbentuk muhādatsah maupun qirā’ah dan tahfīdh mufrodāt. Sementara untuk tata bahasanya diajarkan mulai tahun kedua dengan memakai kitab <em>jurūmiyah</em> dan <em>shorof</em>. Sejak tahun kedua, para siswa-santri mulai dilatih untuk mengaplikasikan pengetahuan bahasa arabnya dalam bentuk <em>qirā’atul kutub</em>, <em>muhādatsah</em> dan <em>insya’</em> atau <em>mahārotul</em> <em>kitābah</em>. Sedangkan dalam materi bahasa indonesia, penekanan pembelajaran lebih pada ketrampilan menulis. Untuk pelajaran Al Qur’an terutama di bidang <em>qirā’ah</em>, pembelajarannya langsung dipegang oleh pengasuh pondok untuk mengetahui kualitas dan kuantitas bacaan siswa-santri. Setiap siswa-santri diwajibkan untuk bertatap muka dengan pengasuh untuk menyetorkan bacaan Qur’annya</p>
<p>Kegiatan sore hari para santri diisi dengan remedial dan pengajian kitab kuning tambahan. Kegiatan kesenian dan olahraga dilaksanakan di luar jam pelajaran dan dikoordinir oleh Pengurus Badan Eksekutif Siswa-Santri (BESS) atau semacam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang dipegang oleh siswa-santri tingkat kelas 5 dan 6 (kelas 2 dan 3.</p>
<p>Inovasi pembelajaran di lembaga ini yaitu dengan melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap sistem <em>sorogan</em>. Metode <em>sorogan</em> adalah salah satu metode pembelajaran tradisional yang ada di lingkungan pesantren. Dalam metode ini, santri datang menghadap kiai atau ustadz untuk mempelajari kitab yang akan dibacakan oleh kiai atau ustadz tersebut, dengan teknis yang telah disampaikan pada bab sebelumnya. Nah, ruh metode inilah yang ditanamkan dalam sistem pembelajaran modern di pondok, dengan pola pendekatan belajar individual. Tujuan pembelajaran berpusat pada siswa. Sehingga dapat lebih melayani dan mengembangkan potensi akademik siswa/santri. Beberapa inovasi dalam metode <em>sorogan</em>tersebut antara lain <em>moving class, team teaching accelerated learning</em> dll.</p>
<p>Pada <em>moving class</em> , manajemen tiap kelas dirancang sedemikian rupa sehingga tercipta iklim belajar yang kondusif dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. Pada sistem ini, setiap guru dan mata pelajaran tertentu mempunyai ruang kelas pribadi, sehingga untuk mengikuti pelajaran, setiap siswa-santri harus berpindah dari satu kelas ke kelas lain yang sudah ditentukan. Hal ini seperti metode <em>sorogan</em> dalam lingkungan pesantren, yang mana santri yang ingin mengkaji suatu kitab akan mendatangi kiai atau ustadz yang dianggap mumpuni untuk mengajarnya.</p>
<p>Sedangkan dalam <em>team</em><em> </em><em>teaching</em> guru yang memiliki kemampuan berbeda saling berkolaborasi dan melengkapi satu sama lain dalam satu kelas,  sehingga siswa/santri bisa lebih berkonsentrasi pada pengetahuan yang mereka minati.</p>
<p>Dalam pelaksanaan metode a<em>ccelerated class</em>, dimungkinkan bagi peserta didik untuk mempercepat masa studinya jika ia sanggup dan mampu menuntaskan materi-materi atau kompentensi yang telah ditetapkan, lebih cepat dari waktu yang ditentukan.. Sebagai aplikasi dari program akselarasi ini, siswa-santri boleh menambah materi pada jenjang selanjutnya jika memang telah menuntaskan materi yang wajib diikuti pada tahun pembelajaran itu, walaupun secara administratif  ia belum menduduki kelas selanjutnya. Sebaliknya, siswa-santri yang secara administratif sudah menduduki kelas yang lebih tinggi, tetapi ternyata ia masih belum menuntaskan materi pada kelas sebelumnya, maka ia dianggap mempunyai hutang yang harus dibayarkan sampai mendapatkan ketuntasan belajar pada materi tersebut.</p>
<p>Selain tiga inovasi di atas, pondok pesantren Shirojul Mukhlasin 2 menerapkan disiplin yang tinggi, dan kontrol maksimal. Hal ini dipraktikkan dengan pengaktifan Buku Kendali Pembelajaran. Buku  ini berguna untuk mengontrol kegiatan pembelajaran pada siswa/santri. Madrasah  memberlakukan <em>monitoring</em> melalui Buku Kendali Pembelajaran yang harus dibawa oleh setiap siswa/santri, guna dimintakan tanda tangan dan catatan dari guru pengampu, sebagai bukti absensi kehadiran, partisipasi pembelajaran dan ketuntasan belajar. Buku ini akan dikontrol oleh Guru Pamong setiap harinya untuk memonitor kegiatan siswa-santri dalam kegiatan pembelajaran. Pengawasan lain terhadap santri juga diterapkan dengan adanya Guru Pamong dan Tutor Sebaya. Guru Pamong adalah mereka yang bertugas untuk membina siswa-santri dalam implementasi pendidikan dan pembelajaran terutama di luar kegiatan pembelajaran formal. Mereka adalah para <em>mutakhirrij</em> (alumni) lembaga pendidikan ini yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di sini. Mereka juga bertugas untuk membantu para orang tua/wali siswa-santri dalam menyimpan dan mengelola uang saku para siswa-santri agar terjamin keamanan dan penghematannya. Dalam konteks ini, para siswa-santri diwajibkan untuk menitipkan uang saku mereka kepada para Guru Pamong masing-masing setiap kali mendapatkannya dari orang tua atau wali mereka. Guru Pamong juga mempunyai tugas sebagai mitra dan Tutor Sebaya dalam belajar di luar kelas formal. Mereka juga membimbing siswa-santri dalam kegiatan harian yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan. Setiap menjelang dan akhir liburan, para Guru Pamong didampingi Guru BP dan bagian kesiswaan-keamanan mengadakan interaksi, koordinasi dan konsultasi dengan para orang tua atau wali siswa-santri yang menjemput untuk liburan atau mengantarkannya kembali pascaliburan. Dengan demikian terjalin komunikasi efektif dan dialogis terhadap perkembangan siswa-santri.</p>
<p>Namun sebagai lembaga pendidikan swasta, masalah sumber daya pendidik merupakan sesuatu yang krusial. Problem ketersediaan dalam jumlah yang memadai dan biaya yang seimbang merupakan problem yang bukan lagi menjadi rahasia. Kasus <em>missmacth</em> antara kompetensi guru, latar belakang jurusan dan jenjang pendidikan dan motivasi<em> </em>menjadi tenaga pendidik/pengajar tak kalah peliknya dengan permasalahan lainnya. Di sisi lain, kualitas input peserta didik juga mengambil bagian dalam permasalahan ini. Untuk itu, dibutuhkan kegiatan pelatihan, <em>training</em> dan <em>workshop</em> untuk peningkatan mutu dan kualitas tenaga pendidik dan peserta didik agar lebih siap dan kompeten menghadapi realita yang ada.</p>
<p>Dengan demikian kedepannya diharapkan terciptanya pondok pesantren yang seimbang dalam berbagai disiplin ilmu, serta kehidupan yang teratur untuk mencetak kader yang pandai menyesuaikan diri dalam era globalisasi.(Ibnu Safir)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1.)   Artikel ini pernah dimuat dalam majalah SANTRI Edisi ke II Tahun 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/akhbar/sirojul-mukhlasin-ii-menyelaraskan-tiga-dimensi-pendidikan-dalam-satu-wadah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pray Time VS Prime Time</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/opini/pray-time-vs-prime-time/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/opini/pray-time-vs-prime-time/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 14:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faiz Syauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinia]]></category>
		<category><![CDATA[Iklan]]></category>
		<category><![CDATA[Prime Time]]></category>
		<category><![CDATA[ratting]]></category>
		<category><![CDATA[Televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Faiz Syauqy[1] &#160; Prime time mengubah “Spons Bob Square Pants.. Spons Bob Square Pants.. Spons Bob Square Pants..”. Suara lantang anak-anak menirukan sound trak film Spons Bob di ruang keluarga. Acara kartun favorit anak tersebut diputar tepat ketika adzan maghrib berkumandang dari masjid yang tidak jauh dari rumah. Pukul 18.00 sampai pukul 21.00 adalah <a href="http://www.yajri.or.id/opini/pray-time-vs-prime-time/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center" align="center"><strong><em><a href="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/1.jpg"><img class="size-medium wp-image-547 aligncenter" src="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/1-220x300.jpg" alt="" width="220" height="300" /></a></em></strong></p>
<p style="text-align: center"><em>Oleh Faiz Syauqy<a title="" href="/Users/ASUS/Documents/prime%20time%20vs%20pray%20time.docx#_ftn1"><strong>[1]</strong></a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Prime time </em></strong><strong>mengubah</strong></p>
<p><strong></strong><strong><em>“</em></strong><em>Spons Bob Square Pants.. Spons Bob Square Pants.. Spons Bob Square Pants..”. </em>Suara lantang anak-anak menirukan <em>sound trak </em>film Spons Bob di ruang keluarga. Acara kartun favorit anak tersebut diputar tepat ketika adzan maghrib berkumandang dari masjid yang tidak jauh dari rumah.</p>
<p>Pukul 18.00 sampai pukul 21.00 adalah momentum bagi sebuah keluarga untuk berbaur kembali setelah aktivitas dari masing-masing anggota keluarga terselesaikan. Umumnya, bagi mereka pemeluk Islam akan melakukan sembahyang sholat maghrib secara berjama’ah dan dilanjutkan mengaji bersama. Pun demikian dengan keluarga non muslim, mereka akan berkumpul untuk makan malam kemudian Ayah dan Ibu menemani anak-anak untuk belajar.</p>
<p>Setidaknya beberapa tahun yang lalu, pukul 18.00 sampai 21.00 dinamakan “waktu belajar”. Sering kita jumpai papan pengumuman yang menjelaskan tentang hal demikian. Namun, saat ini nama tersebut sudah tidak dipakai lagi. Orang-orang sekarang lebih mengenal atau familiar dengan nama <em>“prime time” </em>untuk menyebut waktu tersebut.</p>
<p><em>Prime time </em>merupakan jam tayang utama untuk televisi yakni antara pukul 18.00 sampai 21.00. Momentum tersebut dianggap sangat potensial untuk menyedot perhatian pemirsa yang diasumsikan sedang berkumpul di depan layar kaca. Sehingga kemungkinan untuk mejual potensi tersebut kepada pengiklan sangatlah besar. Orang- orang TV mengasumsikan pemirsa televisi pada jam tersebut lebih banyak ketimbang jam-jam lain.</p>
<p>Pada dasarnya hal tersebut tidak berlaku sepenuhnya. Ketika acara televisi tidak menarik, senyaman apapun suasana pasti orang akan lebih memilih untuk mematikan televisi. Untuk itu televisi pada umumnya menayangkan program-program acara unggulan pada jam tersebut. Mereka berlomba-lomba untuk megisi slot tersebut dengan acara yang semenarik mungkin. Sinetron, kartun, reality show, variety show, acara komedi hampir pasti kita temukan ketika memindah chanel televisi dari chanel sebelumnya. Keseragaman nampak jelas di hampir semua stasiun televisi dengan satu tujuan, yakni membuat keluarga atau orang berlama-lama di depan televisi pada saat <em>prime time.</em></p>
<p>Hasilnya cukup signifikan, sekarang hampir jarang ditemukan suara tadarus Al-Qur’an atau suara celoteh anak-anak yang sedang belajar mengeja kalimat di rumah-rumah. Adik-adik kita dirumah lebih memilih tertawa oleh lawakan-lawakan konyol Spons Bob dari pada meminta pejelasan kepada kita tentang PR PPKN atau Matematika yang harus dikumpul besok. Sementara Ayah belum pulang dari kantor, Ibu sedang asyik mengikuti alur cerita sinetron yang <em>mbulet </em>dan <em>monotone.</em></p>
<p>Ironisnya, program acara yang ditayangkan pada saat jam <em>prime time </em>kebanyakan adalah program acara sampah. Mengapa sampah? Karena minimnya nilai positif yang terkandung dalam tayangan-tayangan tersebut. Sinetron-sinetron yang kebanyakan menampilkan adegan kekerasan rumah tangga, rencana-rencana jahat, dan aktor antagonis sudah cukup menjadi contohnya. Dikhawatirkan adegan-adegan sampah tersebut menjadi referensi bagi pemirsa yang intesitas menontonnya sangat tiggi, sehingga mereka akan melakukan hal yang sama di sinetron ketika dalam kehidupan nyata, yang dalam teori komunikasi sering disebut sebagai <em>Kultivasi</em>.</p>
<p>Inilah bukti bahwa bukan hanya program acara yang dijual, akan tetapi pemirsa pun menjadi komoditas yang sangat menjanjikan untuk dijual oleh para pemilik televisi swasta kepada pengiklan. Pemirsa pada jam <em>prime time </em>dikonversikan dalam <em>rating </em>yang akan mempengaruhi banyak atau sedikitnya iklan masuk. Secara tidak lagsung kita sebagai pemirsa dijadikan komoditas yang menjanjikan untuk mencari pendapatan demi kelangsungan atau eksistensi televisi swasta terebut.</p>
<p>Ketika demikian, seharusnya kita disuguhi acara-acara yang berkualitas pada jam <em>prime time</em>. Karena kita lah yang menjadi penentu bangkrut tidaknya sebuah stasiun televisi. Mereka sangat mungkin kehilangan pengiklan karena <em>rating </em>mereka rendah. Namun yag terjadi justru sebaliknya, kita disuguhi acara yang tidak lebih dari sekedar acara menghibur dan tidak bisa dikatakan acara yang medidik.</p>
<p><strong>Persaingan &amp; Selera Pemirsa yang <em>mainstream</em></strong></p>
<p>Persaingan antara stasiun televisi swasta tak terelakkan dalam merebut perhatian pemirsa. Mereka berlomba-lomba menyajikan acara yang berpotensi menyedot perhatian banyak orang. Sayangnya mereka mengesampingkan kualitas dan nilai-nilai positif yang seharusnya terkandung dalam sebuah acara.</p>
<p>Alhasil, banyak keseragaman tema acara yang tayang pada saat <em>prime time</em>. Sinetron, talk show, reality show, dan komedi seakan menjadi menu yang wajib dimiliki oleh televisi swasta agar mereka tidak ditinggal pemirsanya. Ketika stasiun televisi A misalnya menayangkan sinetron, hampir bisa dipastikan ada televisi lain yang juga menayangkan sinetron, begitu juga untuk program-program lainnya.</p>
<p>Seakan tidak ada yang berani keluar dari jalur <em>mainstream</em>. Televisi A selalu membuat acara yang sekiranya sedang menjadi perhatian pemirsa di televis B, kemudian televisi C akan membuat acara yang sama, dan begitu seterusnya.</p>
<p>Tidak dipungkiri, menjamurnya acara sampah tidak lepas dari tingginya <em>rating </em>dari acara tersebut. Pemirsa seakan menikmatinya, terbukti masih <em>eksisnya</em> acar-acara tersebut. Selera pemirsa saat ini bisa dikatakan rendah. Kita sekarang merasa terhibur dengan acara <em>ecek-ecek</em> yang menjamur. Kita bisa tertawa terbahak-bahak karena <em>banyolan </em>atau <em>lelucon </em>remeh dari pelawak di televisi. Kita tidak kritis menanggapi fenomena ini, di mana kita sebenarnya berada pada pihak yang dirugikan.</p>
<p>Seharusnya kita menuntut agar acara-acara yang ditayangkan pada jam <em>prime time </em>adalah acara yang berkualitas, mendidik. Walaupun merupakan acara hiburan setidaknya cara pengemasan dan peyajiannya dibuat sebaik mungkin. Wajar apabila kita menuntut demikian, karena dengan adanya kita sebagai pemirsa eksistensi stasiun televisi masih bertahan sampai saat ini</p>
<p>Memang diperlukan proses yang panjang untuk menjadikan pemirsa televisi Indonesia sadar atau paham tentang acara-acara yang sebenarnya dibutuhkan. Tidak cukup menjadi pemirsa <em>latah </em>yang selalu terbawa dalam pengarusutamaan.</p>
<p>Setidaknya, budaya “jam belajar” dan &#8220;<em>pray time&#8221;</em> yang terlanjur sudah digantikan dengan <em>prime time</em> masih bisa diisi dengan acara-acara yang berkualitas dan mendidik. Karena dengan adanya <em>prime time </em>peralihan budaya membaca ke budaya menonton akan semakin cepat.</p>
<p>Namun bukan hal yang mustahil untuk kembali ke budaya “jam belajar” dan &#8220;<em>pray time</em>. Bukan hal yang sulit untuk tidak menjadi pemirsa di jam <em>prime time. </em>Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan mematikan televisi pukul 18.00 sampai 21.00. Secara otomatis kita akan mengisi waktu dengan hal yang lebih positif ketika televisi dimatikan. Kemudian ketika kegiatan belajar atau ibadah sudah selesai kita gunakan waktu untuk beristirahat.</p>
<p>Mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk mengembalikan budaya-budaya positif pada jam 18.00 sampai 19.00 dengan mematikan televisi!.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="/Users/ASUS/Documents/prime%20time%20vs%20pray%20time.docx#_ftnref1">[1]</a> Alumni MTs MA Yajri Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II Lulusan 2009. Mahasiswa UII Jurusan Ilmu Komunikasi. Artikel ini juga di posting di blog parapenuliskreatif.wordpress.com</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/opini/pray-time-vs-prime-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alumni YAJRI Mendampingi Kepala Sekolah Mutiara Bangsa Kalimantan Timur  Meninjau Sekolah Khusus Anak TKI di Malaysia</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/akhbar/alumni-yajri/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/akhbar/alumni-yajri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 17:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Listiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[&#160; (www.yajri.or.id). Alumni YAJRI 2006 Gunaryo.SP berkesempatan untuk mendampingi kepala sekolah Mutiara Bangsa Kalimantan Timur meninjau   Sekolah khusus anak TKI di Malaysia. Dalam kunjungannya Gunaryo berkesempatan untuk bertemu langsung dengan anak didik disana. Kunjungan itu merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Gunaryo selama mengabdi di Pondok Pesantren Mutiara Bangsa di Pulau Sebati, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. <a href="http://www.yajri.or.id/akhbar/alumni-yajri/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/image001.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-456 alignleft" title="image001" src="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/image001-150x150.jpg" alt="" width="145" height="136" /></a></p>
<p>(<a title="Yayasan Bakti Yajri" href="http://www.yajri.or.id/" target="_blank">www.yajri.or.id</a>). Alumni YAJRI 2006 <a title="facebook Gunaryo, SP" href="http://www.facebook.com/arjuna.merbabu" target="_blank">Gunaryo.SP</a> berkesempatan untuk mendampingi kepala sekolah Mutiara Bangsa Kalimantan Timur meninjau   Sekolah khusus anak TKI di Malaysia. Dalam kunjungannya Gunaryo berkesempatan untuk bertemu langsung dengan anak didik disana. Kunjungan itu merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Gunaryo selama mengabdi di Pondok Pesantren Mutiara Bangsa di Pulau Sebati, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya merasa senang bisa mendampingi kepala sekolah. Sebenarnya kegiatan kunjungan ini merupakan rangkaian dari pengabdian saya di Pondok Pesantren Mutiara Bangsa selam 12 hari. Kemudian di sela – sela pengabdian, saya berkesempatan untuk medampingi kepala sekolah Mutiara Bangsa. Saya mendapatkan informasi bahwa anak – anak dari TKI di Malaysia susah untuk mendapatkan akses pendidikan.” Kata Gunaryo di Malaysia, Jumat (30/03/2012).</p>
<p>Kunjungan di sekolahan yang berada di Malaysia tersebut dimaksudkan untuk mencari informasi tentang pendidikan anak negeri di Malaysia. Gunaryo adalah Alumni Yajri yang berkesempatan untuk melanjutkan S1 di IPB melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi. Selama ini YAJRI telah berhasil meluluskan  santri – santrinya untuk mengikuti program beasiswa yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama tersebut. Sampai sejauh ini ada 7 (tujuh) santri yang mendapatkan beasiswa S1 yang tersebar di UGM, UIN Jakarta, dan IPB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/akhbar/alumni-yajri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sapaan admin</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/editorial/sapaan/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/editorial/sapaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 04:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Listiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[السلام عليكم ورحمة الله وبركته alhamdulillah, kembali bisa nulis di yajri.or.id lagi. Mohon maaf bagi pengunjung web ini, karena telah beberapa bulan terakhir yajri.or.id sempat vakum.Entah karena ketidak pastian schoolnet atau karena kesibukan para admin, saya juga kurang tau. Tapi yang jelas sekarang (paling tidak)  ada postingan terbaru walau hanya sekedar sapaan admin saja. ohya, <a href="http://www.yajri.or.id/editorial/sapaan/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>السلام عليكم ورحمة الله وبركته</strong></p>
<p>alhamdulillah, kembali bisa nulis di <a title="yayasan bakti yajri" href="http://www.yajri.or.id" target="_blank">yajri.or.id</a> lagi. Mohon maaf bagi pengunjung web ini, karena telah beberapa bulan terakhir <a title="Yayasan Bakti Yajri" href="http://yajri.or.id" target="_blank">yajri.or.id</a> sempat vakum.Entah karena ketidak pastian schoolnet atau karena kesibukan para admin, saya juga kurang tau. Tapi yang jelas sekarang (paling tidak)  ada postingan terbaru walau hanya sekedar <a href="http://www.yajri.or.id/uncategorized/sapaan/ ‎" target="_blank">sapaan admin</a> saja.</p>
<p>ohya, untuk lebih meramaikan web ini, bagi temen &#8211; temen, alumni atau pengunjung yang saya hormati (hormaaat,,,, grak!! hehe,) yang bukan termasuk admin, bisa bagi &#8211; bagi informasi  dengan meng-Emailkan postingannya di <a href="http://us.mg4.mail.yahoo.com/neo/launch?.rand=ersn3rrkalrrj" target="_blank">adhedech@ymail.com</a> untuk selanjutnya saya posting ke dinding <a title="Yayasan Bakti Yajri" href="http://yajri.or.id" target="_blank">yajri.or.id</a>.</p>
<p>kiranya sekian dulu untuk sapaan kami, terima kasih dan kami tunggu partisipasi anda.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>والسلام عليكم ورحمة الله وبركته</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/editorial/sapaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah Hari Asyura</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/hikmah/hikmah-hari-asyur/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/hikmah/hikmah-hari-asyur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 23:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Listiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah - Tausiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Asslamua&#8217;alaiku Wr. Wb. Alahamdulillah, sebentar lagi kita akan menyambut salah satu hari besar islam yaitu hari hari &#8217;Asyura&#8217;. Berikut saya post.kan salah satu cara memperingati hari Asyura beserta hikmahnya&#8230;. Puasa di Bulan Muharram, Seutama-utamanya Puasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk banyak melakukan puasa pada bulan tersebut sebagaimana sabdanya, أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ <a href="http://www.yajri.or.id/hikmah/hikmah-hari-asyur/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asslamua&#8217;alaiku Wr. Wb.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://mediaislamnet.com/wp-content/uploads/2010/12/muharram.gif" alt="" width="331" height="256" />Alahamdulillah, sebentar lagi kita akan menyambut salah satu hari besar islam yaitu hari hari<strong> &#8217;Asyura&#8217;. </strong>Berikut saya post.kan salah satu cara memperingati hari Asyura beserta hikmahnya&#8230;.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Puasa di Bulan Muharram, Seutama-utamanya Puasa</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mendorong kita untuk banyak melakukan puasa pada bulan tersebut sebagaimana sabdanya,</p>
<p>أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ</p>
<p><em>“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”</em> (HR. Muslim no. 1163)<br />
Dari hadits di atas, Ibnu Rojab <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Hadits ini dengan tegas mengatakan bahwa seutama-utamanya puasa sunnah setelah puasa di bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” Beliau <em>rahimahullah</em> juga mengatakan bahwa puasa di bulan Muharram adalah seutama-utamanya puasa sunnah muthlaq. (<em>Latho’if Ma’arif</em>, hal. 36)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Puasa ‘Asyura’ Menghapus Dosa Setahun yang Lalu</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari hari-hari yang sebulan itu, puasa yang paling ditekankan untuk dilakukan adalah puasa pada hari ‘Asyura’ yaitu pada tanggal <a title="Puasa Asyura" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-asyura-2.html">10 Muharram</a> karena berpuasa pada hari tersebut akan menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.</p>
<p>Abu Qotadah Al Anshoriy berkata bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah ditanyakan mengenai (keutamaan) puasa hari ‘Asyura. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjawab,</p>
<p>« يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ »</p>
<p><em>“Puasa ‘Asyura’ akan menghapus dosa setahun yang lalu.”</em> (HR. Muslim no. 1162)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alikum Wr Wb.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/hikmah/hikmah-hari-asyur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Hikmah dan Keutamaan Qurban ‘Idul Adha</title>
		<link>http://www.yajri.or.id/hikmah/iedul-adha/</link>
		<comments>http://www.yajri.or.id/hikmah/iedul-adha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 16:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Listiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah - Tausiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yajri.or.id/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah <a href="http://www.yajri.or.id/hikmah/iedul-adha/"><b>... Baca selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/eid-adha.jpg"><img src="http://www.yajri.or.id/wp-content/uploads/eid-adha-300x212.jpg" alt="Hari Raya Qurban" title="eid-adha" width="300" height="212" class="aligncenter size-medium wp-image-391" /></a><br />
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban</p>
<p>Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]</p>
<p>2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang</p>
<p>Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]</p>
<p>3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah</p>
<p>Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]</p>
<p>4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa</p>
<p>“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]</p>
<p>5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama</p>
<p>“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”</p>
<p>“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]</p>
<p>Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”</p>
<p>6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam</p>
<p>“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]</p>
<p>7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim</p>
<p>“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]</p>
<p>1bulu1kebaikan | fimadani</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yajri.or.id/hikmah/iedul-adha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

