Doa Romo Agung

Edisi Kisah Karomah Ulama Nusantara.

“Doa Romo Agung”

==================================

Oleh: EmEmEr

Kali ini penulis akan mengisahkan betapa Romo Agung (Mbah Siraj Payaman) juga sangat Perduli dengan Nasib Warga pada masa Penjajahan Belanda. Dan juga turut andil dalam mengusir penjajah Belanda.

1. JAHE & MOBIL BELANDA.

Suatu saat warga Payaman dan sekitarnya mendapat anugrah Panen Raya tanaman Jahe (ada yg mengatakan budidaya tersebut disuruh pemerintahan Belanda juga, wallohu a’lam).

Tapi alangkah Sedihnya, walau panen melimpah ruah, Namun ternyata Tidak Laku jual (atau laku murah, atau mungkin permainan dagang Belanda waktu itu) yang pasti jahe – jahe penduduk jadi ditimbun tidak tahu nasib Jualnya.

Melihat hal itu, tergeraklah Hati Mbah Siraj, beliau kemudian berdoa kepada Alloh untuk mengatasi hal itu.

Dan.. Apa yg terjadi..??

Paska mbah Siraj berdoa,  Alloh mengabulkan Doa mbah Siraj, ada beberapa Mobil Belanda yg mogok (macet), lalu didatangkanlah bengkel yangg ada pada saat itu, ternyata satu pun mobil itu tidak ada yang rusak sama sekali mesinnya. Tapi anehnya tetap Mogok. Ternyata Penyakit Mobil Mogok tersebut “Menular” sampai markas – markas Mobil Belanda yang ada di Surabaya dengan Gejala yang sama. Konon karena kejadian tersebut, sampai didatangkanlah Bengkel dari Negara Belanda, namun hasilnya tetap juga nihil, mobil – mobil tersebut masih tetap Mogok tidak mau hidup.

Akhirnya dari pakar – pakar Spiritual Belanda menyelidiki dan berusaha mencari Jalan keluar, akhirnya setelah diketahui Asal mulai Penyakit Mobil Mogok itu dari Payaman, maka mereka pun memutuskan Sowan mbah Siraj. Singkat Cerita ketika mereka menghaturkan Permasalahan tersebut, mbah Siraj menjawab.

“Bahwa Kemungkinan mobil – mobil itu sedang MASUK ANGIN, jadi mogok”..

Karuan saja, mereka menolak Argumen mbah Siraj, namun oleh mbah Siraj juga dijelaskan, “Kalian semua minta solusi dari saya, namun kalian tidak percaya dengan apa yang saya katakan, bukankah itu sia2”

Baca juga karya santri yajri di sini

Akhirnya mereka mengalah, lantas mereka bertanya Bagaimana cara “MENGOBATI MOBIL YANG MASUK ANGIN”..??

Mbah Siraj menjelaskan, kalau Manusia Masuk Angin, itu Obatnya “Minum Air Jahe dan digosok dengan Jahe”, tapi karena Mobil Tidak minum jahe tapi Bensin, maka diguyur atau dimandikan saja dengan Air Jahe.

Akhirnya dengan PERCAYA NGGAK PERCAYA Mereka menuruti Solusi dari Mbah Siraj, mereka membeli Beberapa Karung Jahe dari penduduk untuk memandikan Mobil mereka sebagai percobaan. Setelah Mobil diguyur Air jahe, Ternyata Masya Alloh.. Mobil – mobil tersebut benar Hidup & Normal kembali. Akhirnya Kabar tersebut cepat tersebar & beredar, sehingga dari Daerah – daerah Mobil yang macet (konon dari Surabaya juga) segera memborongi membeli Jahe2 Penduduk Payaman dan sekitarnya hingga semua ludes terjual. Dan Akhirnya penduduk pun selamat dari kerugian.

Wallohu A’lam.

2. DOA BEBERAPA ULAMA

Kisah ini terjadi ketika Belanda menduduki Kota Magelang, perkiraan kemungkinan adalah waktu Agresi Militer yang kedua, ketika Belanda Membonceng NICA (Sekutu). Karena Cerita Bapak ketika “Jungsat Londo” waktu itu ada CUKING & GORGA (Mungkin Pasukan Perdamaian dari Timur tengah atau lainnya).

Ketika Belanda mulai menduduki Magelang, maka kemudian Beberapa Ulama Magelang kalau tidak salah : “Mbah Siraj, Mbah Dalhar, Mbah Abdul Hamid & Mbah Raden Alwi , melakukan Mujahadah di Masjid Kauman Magelang.

Daaan Pasca dari Ulama & Auliya’ tersebut Alloh mengabulkan Doa2 Beliau2. Apa yg terjadi..??

Baca juga karya santri yajri di sini

Para Londo (Belanda) tersebut ketika Menggodok Air Tidak mau Umop(Mendidih), merebus Kentang tidak mau Matang, Menanak Nasi dan Memasak Lain2nya juga Tidak mau Matang.

Mereka pun Kebingungan, Akhirnya mereka pun membeli Makanan Matang dari Penduduk sekitar. Dan mereka pun jadi bisa makan. Akhirnya para Penduduk malah berbondong2 Menjual makanan Matang kepada para Penjajah Belanda. Yaaa itulah Seni Kehidupan, disatu pihak para Ulama berdoa supaya Mereka kesulitan, disatu pihak ternyata ada orang2 yg mengambil keuntungan. Namun para Penjajah pun hanya bertahan kira – kira Satu Minggu (mungkin karena pecah perang diusir para Pejuang, dan juga karena Kesulitan mereka untuk Makan) mereka sudah Pergi meninggalkan Kota Magelang.

Catatan:

Mungkin prediksi waktu atau jumlah waktu bisa saja salah, namun untuk Peristiwanya benar – benar ada.

3. PREDIKSI PENJAJAHAN.

Suatu saat ada salah seorang “Brandal Loka Jaya” dari daerah Bumirejo Windusari (mungkin secara lengkap saya buat Edisi khusus untuk orang tersebut) yang Sakti, beliau sowan Mbah Agung (Mbah Siraj). Beliau menanyakan tentang Penjajahan Belanda dan Menawarkan diri pada mbah Siraj.

“Romo, peperangan ini memperebutkan apa Romo, Dunia atau Agama”?.

“Kalau Dunia bagaimana, kalau Agama bagaimana? ” tanya Mbah Agung.

“Begini Romo, kalau Peperangan ini Memperebutkan Dunia, maka saya tidak akan ikut campur (atau terserah kehendak Romo), Tapi kalau memperjuangkan Agama, maka “Saya & Romo Kyai Mandur” (Kyai Mandur Temanggung juga salah satu Kyai yg Sakti saat itu) Rela menjadi PELURU Romo, Belanda di Magelang akan Kami HABISKAN semuanya”.

Baca juga karya santri yajri di sini

Mbah Agung menjawab:

“Yang diperebutkan pada hakekatnya adalah Dunia (dalam tanda Kutip untuk menjawab pertanyaan saat itu) kalian tidak usah melakukan itu karena SEBENTAR LAGI juga mereka akan Pergi”.

Dan Benarlah apa yg beliau katakan bahwa Waktu2 itu menjelang Kekalahan Belanda & Kemenangan NKRI.

Wallohu A’lam.

Windusari

Jumat Pon

22 Februari 2019

17 Junadil Akhir 1440.

Baca juga karya prosa santri yajri di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *