Selayang Pandang #1 Komunitas Santri Menulis

Selayang Pandang #1

Komunitas Santri Menulis

Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II

Madrasah Tsanawiyah Yajri – Madrasah Aliyah Yajri

 

Berangkat dari antusias santri, Komunitas Santri Menulis (KSM) hadir di Pondok Yajri. Diresmikan oleh kepala Madrasah Tsanawiyah Yajri dan Madrasah Aliyah Yajri pada tanggal 11 November 2017, KSM aktif dalam berbagai kegiatan. Dengan visi menjadi wadah kreativitas santri dalam bidang literasi, kegiatan – kegiatan KSM menitikberatkan pada produksi berupa karya – karya santri dalam berbagai bentuk. Di antaranya buku antologi cerpen, buku antologi puisi, buletin, mading, serta web-blog.

Produk pertama yang sekaligus menjadi embrio dari komunitas ini adalah buku kumpulan cerpen. Lebih tepatnya kumpulan cerpen yang merupakan tugas yang saya berikan kepada siswa / santri kelas IX yang saya ampu. Lebih dari 150 cerpen terkumpul pada saat itu. Banyak cerpen menarik perhatian saya. Sayang rasanya kalau karya – karya santri tersebut hanya ditulis dibuku pelajaran penulisnya saja. Tidak di-publish. Saat itu juga saya melihat potensi – potensi yang dimiliki para santri yang mungkin jarang ditangkap oleh orang lain. Sayang rasanya juga kalau potensi kepenulisan tersebut tidak dikembangkan. Saya juga teringat salah satu argumen pengasuh, KH. Minanurrohman Anshori, yang saya dengar saat saya nderekke Beliau ;  “Bocah iku iso semangat belajar yen ngerti opo produk hasil belajare”. Anak itu bisa semangat belajar jika tahu apa produk atau hasil dari apa yang ia pelajari. Kurang lebih itu yang saya ingat. Akhirnya saya memutuskan untuk mengumpulkan karya cerpen – cerpen tersebut dan mengetiknya di luar jam belajar mengajar. Untuk selanjutnya dibukukan. Namun, karena keterbatasan sarana prasarana (komputer) dan tidak adanya tim saat itu, tidak semua cerpen  bisa terketik.

Di sisi lain, dan di luar dugaan saya, ada santri tingkat Aliyah (kebetulan saya tidak mengajar Aliyah) menemui saya dengan maksud untuk ikut menyumbangkan karyanya untuk ikut dibubukan. Lebih dari itu, santri tersebut juga menyampaikan minatnya di bidang kepenulisan.  Bahkan ia sudah sering menulis karya – karya sastra, namun bingung bagaimana “menyalurkannya”. Di kesempatan lain, ada santri lain yang juga tertarik dengan “project” saya tersebut. “Project” membukukan karya santri. Namanya Wina Wafiroh. Ternyata apa yang saya lakukan itu cukup menyita perhatian di kalangan santri, khususnya Wina. Pada suatu kesempatan, Wina menemui saya dan mengusulkan bagaimana kalau dibuat organisasi santri untuk mewadahi santri – santri yang berminat di bidang kepenulisan. Tanpa pikir panjang, saya pun menyetujuinya dan siap mendukung organisasi tersebut. Akhirnya disepakatilah organisasi santri Komunitas Santri Menulis.

Produk yang pertama kali digarap adalah buku kumpulan cerpen karya kelas IX. Sepenuhnya diketik dan diproses oleh anggota KSM. “Antologi Cerpen Tak Kan Tergantikan” adalah buku pertama yang menjadi wujud awal atas komitmen KSM untuk selalu berkarya. Selanjutnya buku “Antologi Cerpen Karna Kau” dan buku “Antologi Puisi Dear Santri” juga terbit. Dengan segala kekurangannya, terbitnya buku – buku tersebut mendapatkan apresiasi dari segenap civitas akademika Yajri. Apresiasi tersebut juga menjadi motivasi tersendiri bagi KSM.

Seiring berjalannya waktu, KSM  senantiasa berbenah diri. Salah satunya dengan pengelompokan anggota menjadi kelompok jurnalistik dan sastra. Tanpa memecah keorganisasiannya, produk KSM tidak hanya buku karya sastra namun juga merambah ke produk jurnalistik. Salah satu produk jurnalistik unggulan KSM adalah Buletin Sirojuna. Memang pada masa sebelumnya buletin sirojuna sudah pernah terbit. Diprakarsai oleh beberapa alumni yang terjun di dunia jurnalistik, Buletin Sirojuna sempat terbit sampai 3 edisi. Namun karena satu dan lain hal, buletin tersebut vakum.

Selanjutnya, dengan mengangkat motto “Mitra Santri Peroleh Informasi” oleh KSM Buletin Sirojuna dibangkitkan dari mati surinya. Evaluasi dan perbaikan terus dilakukan oleh KSM. Bahkan peranan dan kerja santri aktif lebih dominan dibandingkan dengan alumni, guru, dan civitas akademik yang lain. Mulai dari isi / tulisan, desain dan layouting, pencetakan, sampai distribusi semuanya digarap langsung oleh santri. Namun, meskipun demikian tetap tidak meninggalkan jalur komunikasi dan koordinasi yang semestinya. Semua kegiatan dan program – program KSM tetap prosedural dan legal sesuai aturan yang berlaku.

Sesuai dengan visinya, semoga KSM dapat benar – benar menjadi wadah bagi santri untuk berkreasi dalam dunia kepenuliasn. Lebih dari itu, semoga KSM juga menjadi media santri gemar berliterasi. Terima kasih setulus – tulusnya saya sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung KSM.

Payaman, 8 September 2018

Ade Listiyanto

Pembina KSM

2 Responses

  1. Siti berkata:

    assalamualaikum,, kakak admin, wah ada selayang pandang dari Komunitas Menulis Santri ni,, boleh dong kakak admin buat tulisan selayang pandang dari Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II,, sejarah berdirinya pondok pesantren sepertinya menarik agar calon santri ataupun santri sendiri dapat mengetahui sejarah dari tempatnya belajar,, hehehe

  2. ade listiyanto berkata:

    Wa’alaikumsalam… oh ya terima kasih atas masukannya. Insya Allah dalam waktu dekat akan kami tulis dan kami publikasikan selayang pandang tentang Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II.

Leave a Reply

Agenda Kegiatan
..................

.......................

................ Jadwal Ektrakurikuler :

Jurnalistik dan Sastra

===> Putra : Selasa ===> Putri : Kamis

...........

Arsip